Senin, 19 Maret 2018

Resep

Resep dari Rosulullah Untuk Mengobati Santet, Sakit Dada, Sakit Gigi, Pencernaan, Sembelit, Kencing Tidak Lancar Dll.
==========

MENGOBATI SANTET DAN SEGALA PENYAKIT LAINNYA DENGAN AIR HUJAN.

dalam kitab annawadir karya alqolyuby..

Diriwayatkan bahwasannya Nabi Muhammad SAW bersabda; Jibril mengajariku sebuah obat dengannya saya tidak lagi butuh pada obat lain dan dokter.

Kemudian Abu Bakr, Umar, Utsman dan Ali, bertanya ; Apa itu wahai Rasulullah? Sesungguhnya kami membutuhkan obat tersebut…

Lalu Nabi Muhammad SAW bersabda; Ambillah air hujan secukupnya, dan bacakanlah atasnya surat Al-Fatihah, Al-Ikhlash, Al-Falaq, An-Naas, dan ayat Al-Kursiy. Masing-masing dibaca sebanyak 70 kali. Diminum pagi dan sore selama 7 hari.

Demi Dzat yang telah mengutusku dengan hak sebagai seorang Nabi, sungguh Jibril telah berkata kepadaku: ” Sesungguhnya, barang siapa meminum air tersebut, maka Allah akan menghilangkan segala penyakit dari tubuhnya. Dan Allah akan menyembuhkan dari semua macam sakit. Dan barang siapa pula meminumkan air tersebut pada istrinya, lalu tidur bersama dengan sang istri, maka istri akan bisa hamil dengan idzin Allah.

Dan air tersebut juga bisa menyembuhkan mata yang sakit, menghilangkan guna-guna, santet dan sihir, menghilangkan dahak, menyembuhkan sakit dada, sakit gigi, pencernaan, sembelit, kencing tidak lancar dan tidak butuh dibekam (cantuk) dan kemanfaatan2 lain yang hanya Allah yang lebih tau.

kitab annawadir.

ﻓﺎﺋﺪﺓ ; ﺭﻭﻱ ﺃﻧﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺎﻝ ” ﻋﻠﻤﻨﻲ ﺟﺒﺮﻳﻞ ﺩﻭﺍﺀ ﻻ ﺃﺣﺘﺎﺝ ﻣﻌﻪ ﺇﻟﻰ ﺩﻭﺍﺀ ﻭﻻ ﻃﺒﻴﺐ ، ﻓﻘﺎﻝ ﺃﺑﻮ ﺑﻜﺮ ﻭﻋﻤﺮ ﻭﻋﺜﻤﺎﻥ ﻭﻋﻠﻲ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻢ ; ﻭﻣﺎ ﻫﻮ ﻳﺎ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ؟ ﺇﻥ ﺑﻨﺎ ﺣﺎﺟﺔ ﺇﻟﻰ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺪﻭﺍﺀ . ﻓﻘﺎﻝ ; ﻳﺆﺧﺬ ﺷﻴﺊ ﻣﻦ ﻣﺎﺀ ﺍﻟﻤﻄﺮ ﻭﺗﺘﻠﻰ ﻋﻠﻴﻪ ﻓﺎﺗﺤﺔ ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ ، ﻭﺳﻮﺭﺓ ﺍﻹﺧﻼﺹ ، ﻭﺍﻟﻔﻠﻖ ، ﻭﺍﻟﻨﺎﺱ ، ﻭﺁﻳﺔ ﺍﻟﻜﺮﺳﻲ ، ﻛﻞ ﻭﺍﺣﺪﺓ ﺳﺒﻌﻴﻦ ﻣﺮﺓ ﻭﻳﺸﺮﺏ ﻏﺪﻭﺓ ﻭﻋﺸﻴﺔ ﺳﺒﻌﺔ ﺃﻳﺎﻡ . ﻓﻮ ﺍﻟﺬﻱ ﺑﻌﺜﻨﻲ ﺑﺎﻟﺤﻖ ﻧﺒﻴﺎ ، ﻟﻘﺪ ﻗﺎﻝ ﻟﻲ ﺟﺒﺮﻳﻞ ; ﺇﻧﻪ ﻣﻦ ﺷﺮﺏ ﻣﻦ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻤﺎﺀ ﺭﻓﻊ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻦ ﺟﺴﺪﻩ ﻛﻞ ﺩﺍﺀ ﻭﻋﺎﻓﺎﻩ ﻣﻦ ﺟﻤﻴﻊ ﺍﻷﻣﺮﺍﺽ ﻭﺍﻷﻭﺟﺎﻉ ، ﻭﻣﻦ ﺳﻘﻲ ﻣﻨﻪ ﺍﻣﺮﺃﺗﻪ ﻭﻧﺎﻡ ﻣﻌﻬﺎ ﺣﻤﻠﺖ ﺑﺈﺫﻥ ﺍﻟﻠﻪ تعالى. ﻭﻳﺸﻔﻲ ﺍﻟﻌﻴﻨﻴﻦ ، ﻭﻳﺰﻳﻞ ﺍﻟﺴﺤﺮ ، ﻳﻘﻄﻊ ﺍﻟﺒﻠﻐﻢ ، ﻭﻳﺰﻳﻞ ﻭﺟﻊ ﺍﻟﺼﺪﺭ ﻭﺍﻷﺳﻨﺎﻥ ﻭﺍﻟﺘﺨﻢ ﺍﻟﻌﻄﺶ ﻭﺣﺼﺮ ﺍﻟﺒﻮﻝ ، ﻭﻻ ﻳﺤﺘﺎﺝ ﺇﻟﻰ ﺣﺠﺎﻣﺔ ﻭﻻ ﻳﺤﺼﻰ ﻣﺎ ﻓﻴﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﻨﺎﻓﻊ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ، ﻭﻟﻪ ﺗﺮﺟﻤﺔ ﻛﺒﻴﺮﺓ ﺍﺧﺘﺼﺮﻧﺎﻫﺎ ،

Sabtu, 17 Maret 2018

Kisah Hikmah

Narada Membawa Mangkuk.
Orang bijaksana dari India bernama Narada menaruh bakti kepada Tuhan. Setiap hari yang di lakukan adalah sembayang dan sembayang. Demikian besar baktinya, hingga pada suatu hari ia tergoda untuk berpikir bahwa di seluruh dunia tidak ada orang yang mencintai Tuhan melebihi dia.

Tuhan membaca hatinya dan berkata:
“Narada, pergilah ke kota di pinggir Bengawan Gangga, sebab seorang penyembahku diam disana. Hidup disampingnya akan baik bagimu.”

Narada pergi dan bertemu seorang petani, yang pada waktu pagi bangun menyebut nama Tuhan hanya satu kali, lalu mengangkat bajaknya dan pergi ke ladangnya, dimana ia bekerja sepanjang hari. Hanya sesaat sebelum tidur diwaktu malam ia mengucapkan nama Tuhan satu kali lagi.

Narada berpikir:
“Bagaimana si petani ini bisa berbakti kepada Tuhan? Kulihat dia sepanjang hari sibuk dengan urusan duniawi.”

Lalu Tuhan berkata kepada Narada:
“Isilah mangkuk susu sampai penuh dan berjalanlah keliling kota. Lalu datanglah kembali tanpa menumpahkan satu tetes pun juga.” Narada berbuat apa yang dikatakan Tuhan.

“Berapa kali engkau ingat akan Daku selama perjalanan keliling kota?” tanya Tuhan.

“Tidak satu kali pun Tuhan” kata Narada.

Bagaimana aku bisa ingat Engkau bila Engkau menyuruh aku memperhatikan mangkuk berisi susu ini?

Tuhan berkata :
”Engkau hanya di bebani membawa semangkuk susu, namun mangkuk itu menguasai pikiranmu hingga engkau lupa Aku sama sekali. Tetapi lihatlah petani ini yang meskipun dibebani tugas menghidupi seluruh keluarganya, ingat akan Aku dua kali sehari.”

Jumat, 16 Maret 2018

Hikmah Kehidupan

Diceritakan dalam kitab Nawadzir karangan Ahmad Syihabuddin bin Salamah Al-Qulyubi bahwasannya dulu terdapat seorang wanita yang selalu membaca basmalah di dalam setiap amalnya.

Namun ia memiliki suami yang fasiq dan durhaka yang sangat terganggu dengan apa yang ia lakuakan, karena dikit-dikit baca basmalah, hingga akhirnya timbulah rencana buruk yang bertujuan untuk menjebaknya.

Suaminya memberikan ia dompet dan menyuruhnya untuk menjaga. Akhinya ia menaruh dompet tersebut ke dalam almari sambil membaca basmalah. Kemudian menutupnya dan menguncinya juga sambil membaca basmalah.

Namun ketika ia pergi, tiba-tiba suaminya membuka almari itu dan mengambil dompet tersebut dan membuangnya ke sumur. Tujuan suaminya yang sebenarnya adalah agar bisa memarahinya dan mencela prilakunya yang sering membaca basmalah.

Ketika istrinya datang suaminya langsung berkata: “Di mana dompetnya?” Dia pun langsung menuju almari dan sebelum membuka ia membaca basmalah dan langsung memberikan dompet yang ada di dalam almari sebelumnya kepada suaminya.

Suaminya yang tau telah membuangnya pun terkaget dan kemudian bertaubat terhadap tindakannya dan percaya terhadap keistimewaan basmalah.

Dikatakan bahwa ketika si wanita tersebut membuka almari, seketika itu Allah memerintahkan malaikat jibril untuk mengambil dompet yang ada di dalam sumur dengan cepat dan melatakkannya kembali ke tempat semula.

Hikmah

Dari cerita ini kita bisa mengetahui kehebatan dan keistimewaan basmalah. Tidak hanya cerita ini namun banyak juga dalam cerita-cerita lain entah itu di Indonesia atau di negera manapun entah itu di dekat kita ataupun jauh dari kita yang biasa kita dengar.

Membaca basmalah di dalam setiap pekerjaan kita juga di anjurkan oleh Rasulullah dalam hadist nya :

كل أمر ذي بال لا يبدأ فيه ب ( بسم الله الرحمن الرحيم ) فهو أبتر

Artinya : “Segala perkara baik yang tidak di dahului dengan bacaan basmalah maka ia seperti orang yang tidak punya tangan dan kaki ( terputus )”

Imam nawawi berkata: setiap perkara baik yang tidak di dahului dengan bismillah maka berkurang barakahnya.

Kamis, 15 Maret 2018

12 Barisan

Allah berfirman, “Pada hari terompet ditiup maka kamu sekalian datang dengan berbondong-bondong..“

Saat ada sahabat Nabi yang bertanya tentang hari akhir, Nabi Shalallahu alaihi wasallam menangis sehingga pakaian beliau basah karena air matanya, dan beliau bersabda, “Hai Mu’aadz, engkau telah bertanya kepada saya dari perkara besar. Umatku akan digiring menjadi dua belas baris.”

Sesuai dengan sabda Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wasallam yang telah disebutkan diatas, bahwa ada dua belas barisan umat Nabi Muhammad yang akan digiring pada hari kiamat. Adapun dua belas barisan tersebut diantaranya:

Barisan pertama:

Mereka digiring dari kubur dengan tidak bertangan dan tidak berkaki. Artinya mereka hanya memiliki badan tanpa kedua tangan dan kedua kaki.

Kemudian ada suara yang menyeru dari sisi Allah SWT,  “Mereka adalah orang-orang yang menyakiti hati tetangganya, maka demikianlah balasannya dan tempat kembali mereka ke neraka.”

Barisan kedua:

Mereka akan digiring dari kuburnya dengan bentuk seperti celeng atau babi hutan.

Lalu ada suara yang menyeru dari sisi Allah SWT, “Mereka adalah orang-orang yang meremehkan sholat, maka inilah balasan mereka dan tempat kembali mereka adalah ke neraka.”

Allah berfirman dalam QS. Al-Ma’un ayat 4 yang artinya, “Maka celakalah bagi orang-orang yang mengerjakan sholat yang mereka itu lalai dari sholatnya.“

Barisan ketiga:

Mereka yang digiring dari kuburnya, sedang perutnya seperti gunung penuh dengan ular dan kalajengking seperti bighal atau keledai.

Maka ada suara yang menyeru dari sisi Allah yang Maha Pengasih, “Mereka adalah orang-orang yang enggan membayar zakat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah ke neraka.“

Barisan keempat:

Mereka yang digiring dari kuburnya sedang dari darah mengalir pada mulut mereka.

Maka ada suara yang menyeru dari sisi Allah Yang Maha Pengasih, “Mereka adalah orang-orang yang berdusta didalam jual beli, maka inilah balasannya dan tempat kembalinya adalah neraka.“

Barisan kelima:

Mereka akan digiring dari kuburnya dengan keadaan sudah menjadi angin yang tertiup. Maka mereka itu lebih busuk daripada bangkai diantara manusia.

Kemudian ada suara yang menyeru dari sisi Tuhan Yang Maha Pengasih, “Mereka adalah orang-orang yang durhaka atau melakukan kemaksiatan karena takut kepada manusia dan mereka tidak takut kepada Allah SWT. Lalu mereka mati, maka inilah balasannya dan tempat kembalinya adalah neraka.”

Seperti dalam firman Allah yang artinya, “Mereka bersembunyi daripada manusia dan mereka tidak bisa bersembunyi kepada Allah.”

Barisan keenam:

Mereka digiring dari alam kuburnya dengan tenggorokan dan tengkuk yang terputus.

Maka ada suara yang menyeru dari sisi Allah Yang Maha Pengasih, “Mereka adalah orang-orang yang menjadi saksi palsu, maka inilah balasannya dan tempat kembalinya adalah ke neraka.“

Barisan ketujuh:

Mereka digiring dari alam kuburnya dengan tidak memiliki lisan, bahkan keluar dari mulutnya nanah dan darah.

Maka ada suara yang menyeru dari sisi Allah Yang Maha Pengasih, “Mereka adalah orang-orang yang enggan memberikan kesaksian, maka ini adalah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka.“

Karena Allah SWT berfirman yang artinya, “Dan janganlah kamu sekalian menyembunyikan kesaksian, dan barang siapa yang menyembunyikan kesaksian maka sungguh dia telah berdosa hatinya.”

Barisan kedelapan: 

Mereka digiring dari alam kuburnya dengan kepala yang terbalik dan kaki diatas kepalanya.

Maka ada suara yang menyeru dari sisi Allah Yang Maha Pengasih, “Mereka adalah orang-orang yang berbuat zina atau pelacur kemudian mati sebelum bertaubat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka.“

Barisan kesembilan: 

Mereka digiring dari alam kuburnya dengan wajah yang hitam, bermata biru dan perutnya penuh dengan api.

Maka ada suara yang menyeru dari sisi Allah Yang Maha Pengasih, “Mereka adalah orang-orang yang memakan harta anak yatim dengan cara aniaya (dengan cara yang tidak sebenarnya).”

Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Sesungguhnya orang-orang yang makan harta anak yatim dengan cara aniaya, maka sesungguhnya mereka itu makan api didalam perutnya dan mereka akan masuk kedalam neraka sa’ir.“

Barisan kesepuluh: 

Mereka digiring dari alam kuburnya dengan tubuh yang penuh penyakit lepera dan belak (kulit putih gatal-gatal).

Maka ada suara menyeru dari sisi Tuhan Yang Maha Pengasih, “Mereka adalah orang-orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya.“

Karena Allah berfirman yang artinya, “Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua.“

Barisan kesebelas: 

Mereka digiring dari alam kuburnya dengan keadaan buta mata hati dan buta mata kepala dan giginya seperti tanduk lembu jantan, bibir mereka melebar sampai ke dada dan lidah mereka menjulur memanjang sampai ke perut bahkan sampai ke paha sedang dari perut mereka keluar kotoran-kotoran.

Maka ada suara menyeru, “Mereka adalah orang-orang yang minum arak.“

Allah berfirman yang artinya, “Sesungguhnya arak atau minuman keras, berjudi, berhala dan mengundi nasib dengan anak panah itu merupkan perbuatan keji dan termasuk perbuatan syetan.”

Barisan keduabelas: 

Mereka digiring dari alam kuburnya dengan wajah seperti bulan purnama. Maka mereka melewati jembatan shiratal musraqim dengan cepat laksana halilintar yang menyambar.

Maka ada suara yang menyeru dari sisi Allah Yang Maha Pengasih, “Mereka adalah orang-orang yang beramal shalih dan  berbuat kebaikan, mereka menjauhi perbuatan keji dan durhaka, mereka memelihara sholat lima waktu dan mereka meninggal dalam keadaan telah bertaubat, maka balasannya untuk mereka adalah surga, ampunan, kasih sayang dan keridhoan Allah SWT.” []

Sumber: Kitab Terjemah Durrotun Nashihin/Penulis: Syaikh Utsman Al-Khaibawi/Penerbit: Al-Munawar Semarang

Rabu, 07 Maret 2018

Yakin

اِنَّمَاۤ  اَمْرُهٗۤ اِذَاۤ اَرَادَ شَیْئًـا اَنْ يَّقُوْلَ لَهٗ كُنْ فَيَكُوْنُ
"Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya berkata kepadanya, Jadilah! Maka jadilah sesuatu itu."
(QS. Ya-Sin 36)

KUN FA YAKUN


Dalam diri pribadi, Kun adalah bahasa nurani semesta, ia menjadi kehendak yang bersifat Jamal, yaitu indah, dan selalu menyatakan adanya Allah, inilah inti dari Jamal itu, yaitu sifat yg selalu hendak menyatakan diriNYA, mendzahirkan adanya ALLAH.


FA itu adalah bahasa fikir. bahasa yang dapat diterima oleh akal. sebagai penjabar dan penterjemah bahasa nurani.


YAKUN adalah bahasa perbuatan, yaitu ada dalam geraknya batang tubuh.

KUN == > luapan dari nurani

FA ==> masuk dalam alam fikir/cipta

YAKUN ==> Berupa wujud perbuatan diri

================================

Ketika telah lengkap KUN FAYAKUN itulah kemudian timbul apa yang disebut YAKIN...... Demikianlah ALLAH itu menyatakan diriNYA dalam diri manusia.

Allahumma Sholli'alaa Sayyidina Muhammad Waalaa Ali Sayyidina Muhammad


Selasa, 06 Maret 2018

Berdoa

لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَا  ۗ  لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ  ۗ  رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَاۤ اِنْ نَّسِيْنَاۤ اَوْ اَخْطَأْنَا  ۚ  رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَاۤ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهٗ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا  ۚ  رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهٖ  ۚ  وَاعْفُ عَنَّا  ۗ  وَاغْفِرْ لَنَا  ۗ  وَارْحَمْنَا  ۗ  اَنْتَ مَوْلٰٮنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ
"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir."
QS. Al-Baqarah 2: Ayat 286

_saya memang sulit untuk meniru pendahuluku yang berjuang dijalan Allah, tapi luarbiasanya Allah mengajari hambanya dalam berdoa.
Lihat ayat terakhir surah Al Baqarah, jelas bahwa kita tiada sanggup memikul perjuangan pendahulu kita.
Ketika saya membaca ayat ini, saya ingat kisah sayyidina Ali beserta keluarganya termasuk hasan dan husen diwaktu leberan mereka dihari raya 'id hidangannya buah buahan busuk sampai membuat baginda nabi menangis, ketika saya baca kisah itu jujur air mata saya ngalir, dan ketika saya baca ayat terakhir Al Baqarah kisah keluarga baginda ini saya bawa dan saya hayati. Bagaimana seorang khalifah mengajarkan untuk berbagi supaya hidup ini bermanfaat walaupun itu ukurannya kecil dimata orang lain tapi berharga dihadapan Allah, karena dikisah itu waktu malamnya sayyidina Ali berjalan dari satu rumah kerumah yang lain untuk membagikan kurma dengan diam diam.
Ngaji, dzikir, serta sholawat bagi saya mesti dihayati, makin hari makin dalam hingga ngeblur dan membaur menjadi jiwa.

Minggu, 04 Maret 2018

Keadaan

​DIBALIK KETIDAKTAHUAN​

⁠⁠*Nabi NUH* belum tahu Banjir akan datang ketika ia membuat Kapal dan ditertawai Kaumnya.



⁠⁠*Nabi IBRAHIM* belum tahu akan tersedia Domba ketika Pisau nyaris memenggal Buah hatinya.

��

⁠⁠*Nabi MUSA* belum tahu Laut terbelah saat dia diperintah memukulkan tongkatnya.

��

⁠⁠Yg Mereka Tahu adalah bahwa Mereka harus Patuh pada Perintah ALLAH dan tanpa berhenti berharap yg terbaik.

��

⁠⁠Ternyata dibalik KETIDAKTAHUAN kita, ALLAH telah menyiapkan Kejutan !

��

⁠⁠SERINGKALI Allah berkehendak di-detik2 terakhir dalam pengharapan dan ketaatan hamba2NYA.

��

⁠⁠Jangan kita berkecil hati saat spertinya belum ada jawaban doa. Karena kadang Allah mencintai kita dgn cara2 yg kita tidak duga dan kita tidak suka.

��

⁠⁠Allah memberi apa yg kita butuhkan, bukan apa yg kita inginkan !!

��

⁠⁠Lakukan bagianmu saja, dan biarkan Allah mengerjakan bagianNYA.

��

⁠⁠*​LANGKAH MENUJU SYURGA​*⁠⁠

��

��

⁠⁠Ada 5 perkara, kita semua pasti inginkan serta berusaha untuk mendapatkannya

��

1. wajah yg menarik
2. duit yg banyak
3. sehat dan kuat
4. anak-anak yg patuh dan sukses
5. Tidur nyenyak tanpa Obat penenang

⁠⁠Hal itu Mudah kita peroleh, hanya butuh waktu 15 menit saja

��

Bagaimana caranya...

Nabi bersabda :
1. Siapa yg tinggalkan ​shalat Subuh​ maka wajahnya tak akan ada cahaya

2. Siapa yg tinggalkan ​shalat Dzuhur​ niscaya tak ada keberkahan dalam rezekinya

3. Siapa yg tinggalkan ​shalat Ashar​ niscaya tak ada kekuatan dalam jasadnya

4. Siapa yg tinggalkan ​shalat Magrib​ niscaya tak ada buah hasil yg boleh di petik dari anak-anaknya

5. Siapa yg tinggalkan ​shalat Isya'​ tak ada kenyamanan dalam tidurnya.

⁠⁠Tahu kenapa kalimat ​Laa ilaaha Illallaah​ tidak sampai menggerakkan bibir jika diucapkan ?

��

⁠⁠Sebab ini adalah Rahmat dari Allah kpd kita supaya jika maut menghampiri dengan mudah ia menyebutkan kalimat itu.

��

⁠⁠Mudah-mudahan tangan yg mengirim dan menyebarkan ini kelak tidak sulit untuk melafadzkan kalimat ​Laa ilaaha Illallaah​.